Sedaer River Tubing, Pencetus Batu Warna Warni. Siapa Mereka? Arema Media

Sedaer River Tubing tiba-tiba menjadi pembicaraan. Operator wisata di daerah Poncokusumo, Kabupaten Malang ini banyak dibicarakan karena merekalah yang melukis batuan Sungai Amprong yang kini sedang dipersoalkan oleh netizen.

Dilaporkan dari halaman dan blog @sedaer_rivertubing, operator di area Poncokusumo hanya beroperasi selama dua tahun terakhir. Wisata minat khusus diresmikan akhir tahun lalu. Namun sebelumnya sudah beroperasi dengan fasilitas yang tidak lengkap.

Layanan tamu masih di rumah-rumah warga karena Pondok Sedaer belum dibuat, “kata Public Relations Sungai Tubing Sedaer, Shuvia Rahma.

Sesuai namanya, Sedaer River Tubing menawarkan kegiatan wisata tubing sungai, yaitu arung jeram dengan menggunakan ban dalam yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar aman dan nyaman saat dikenakan oleh tamu.

Sungai yang digunakan adalah sungai Amprong dengan panjang mulai dari 2km hingga 6km. Harga yang ditawarkan untuk satu turun berkisar dari Rp 100.000 per orang hingga Rp 190 ribu per orang dengan usia minimum yang diperbolehkan adalah 10 tahun.


Lagu yang paling dipilih adalah 2 KM, harganya Rp 125 ribu per orang. Fasilitas yang ditawarkan termasuk bantuan pemandu, peralatan tabung, makan siang hingga dokumentasi foto, “jelas Shuvia.

Meski baru dibuka, namun tamu yang datang cukup beragam. Wisatawan lokal datang dari kota-kota di Jawa Timur dan Jakarta, sedangkan turis asing datang dari beberapa negara, termasuk Malaysia, Australia, Jerman, dan Hongaria.

Jumlah untuk turis asing tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 10 persen, “katanya.

Tidak hanya tamu keluarga dan masyarakat, sejumlah agensi baik di Malang maupun Surabaya telah tercatat telah mempercayakan kegiatan luar ruang mereka di rafting di malang .

Anak keempat dari enam bersaudara itu melanjutkan, para manajer Tubing Sungai Sedaer adalah warga setempat baik dari Drigu Dusun, Desa Poncokusumo dan Dusun Kunci, Desa Wringinom. Tidak hanya berusaha mendorong kunjungan wisatawan, Sedaer River Tubing juga telah mencatat melakukan kegiatan sosial termasuk pelepasan bibit ikan di Sungai Amprong, pengobatan gratis dan sunat, membuat kompetisi layang-layang, untuk memberikan kompensasi kepada anak yatim.

Kami mencoba untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat melalui kegiatan ini, “katanya.

Seperti diketahui, batu berwarna-warni di jalur sungai yang digunakan oleh Sedaer River Tubing menerima tanggapan pro dan kontra dari warga. Netizen yang bertentangan dengan lukisan sungai mengurangi kealamian sungai dan merusak ekosistem. Di sisi lain, Sedaer River Tubing sedang melukis untuk membatasi pergerakan praktik penambangan yang tidak ada di tempat yang memang marak di lokasi-lokasi tersebut.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*